Pemicu Folikulitis

Pemicu Folikulitis

Di atas kulit dan lubang hidung, ada bakteri yang disebut Staphylococcus aureus. Pada kulit yang sehat, bakteri ini tidak munculkan infeksi.

Tapi, jika ada luka di kulit, bakteri Staphylococcus dapat masuk dan mengontaminasi formasi kulit, termasuk ke folikel rambut. Infeksi ini https://hargasaham.web.id/ bisa menebar ke kulit pada tempat lain, atau ke orang lainnya memiliki luka di kulitnya.

Staphylococcus aureus ialah penyebab tersering folikulitis. Selain bakteri ini, ada beberapa bakteri lainnya dapat menyebabkan folikulitis, misalkan bakteri Pseudomonas. Selain bakteri, jamur Malassezia yang sering menyebabkan panu, dapat munculkan folikulitis.

Folikulitis bisa terjadi pada siapa pun, tapi lebih beresiko dirasakan oleh orang dengan keadaan berikut ini:

Mempunyai jerawat

Mempunyai berat tubuh berlebihan atau kegemukan
Merendam di air dan bak mandi yang tidak bersih
Kerap kenakan pakaian yang tidak menyerap https://hotelmalioboro.web.id/ keringat, seperti sarung tangan karet atau sepatu boots, atau baju ketat

Kerap bercukur atau waxing

Terserang penyakit yang turunkan ketahanan badan, seperti diabetes, HIV/AIDS, atau kanker
Memakai beberapa obat tertentu untuk menangani jerawat, seperti cream kortikosteroid atau antibiotik, dalam periode panjang
Tanda-tanda Folikulitis
Tanda-tanda folikulitis bergantung pada tipe dan tingkat keparahannya. Tetapi, folikulitis biasanya memunculkan beberapa tanda-tanda berikut ini:

Bercak-bercak kecil kemerahan atau seperti jerawat pada kulit tempat tumbuh rambut
Tonjolan berisi nanah yang bisa jadi membesar atau pecah
Tonjolan berasa perih, panas, sakit, atau gatal
Rambut di tempat yang meradang alami kerontokan
Kapan harus ke dokter
Kerjakan pemeriksaan ke dokter bila alami tanda-tanda atau pertanda di atas, terlebih jika keluh kesah itu tidak lenyap sesudah sekian hari.

Folikulitis umumnya termasuk enteng dan dapat lenyap sendirinya. Tetapi, selekasnya ke dokter jika folikulitis dibarengi demam, menebar luas atau jadi membesar, dan keluar nanah dan bau.

Analisis Folikulitis

Dokter akan bertanya kisah kesehatan pasien dan lakukan pemeriksaan kulit pasien dengan memakai kaca pembesar. Bila dibutuhkan, dokter bisa mengorek sedikit kulit yang terkena untuk disaksikan di bawah mikroskop.

Bila infeksi jadi berlanjut walau pasien sudah jalani penyembuhan, dokter akan lakukan test seka di kulit atau rambut yang terkena. Contoh ini selanjutnya akan dicheck di laboratorium untuk tentukan pemicu infeksinya.

Pada kasus tertentu, dokter bisa ambil contoh jaringan (biopsi) di kulit, untuk singkirkan kemungkinan keadaan lain.