TIPE-TIPE HUBUNGAN YANG TOXIC

Tidak ada hubungan yang mulus-mulus saja tanpa permasalahan, even itu dengan orang tuamu, teman, sahabat, pacar, dan semua hubungan tidak ada yang sempurna. Mungkin kalau dilihat oleh orang lain suatu hubungan bisa saja terlihat bahagia-bahagia saja, tapi bisa saja di balik itu semua ada kesedihan yang ditutupi.

Toxic relationship bukan diartikan sebagai hubungan yang beracun, maksudnya disini adalah hubungan yang memicu banyak konflik, membuat hubungan menjadi tidak sehat dan bisa sangat berdampak bagi mental. Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan hubungan menjadi toxic salah satunya adalah adanya pihak yang mendominasi untuk bisa mengatur semuanya, sehingga menimbulkan pihak lainnya dirugikan dan terterkan.

Banyak juga yang mengatakan bahwa toxic relationship itu hanya perihal melakukan fisik, padahal banyak sekali perlakuan atau kata-kata verbal yang bisa memicu hubungan menjadi tidak sehat. Orang-orang diluar sana banyak yang tidak sadar ketika dirinya atau hubungannya sudah berada di toxic relationship. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena memang tidak baik apalagi jika kejadian yang tidak mengenakan selalu terulang.

Namanya suatu hubungan pasti inginnya terbebas dari masalah, selalu senang setiap hari, atau bisa bucin like 24/7. Tapi terlepas dari itu semua hubungan pun harus di taburi oleh beberapa masalah, agar apa? Agar kita bisa bagaimana mengontrol emosi, bisa mendengarkan pendapat orang lain, agar dapat menghargai keputusan orang lain, agar bisa semakin dewasa bagaimana untuk memecahkan masalah.

Pada dasarnya kita memang tidak bisa merubah orang itu secara penuh untuk memenuhi keinginan atau harapan kita, kecuali orang itu sendiri yang ingin berubah. Makanya saat tumbuh rasa sayang, rasa cinta, biasanya orang akan merasa aman. Tapi berbeda dengan hubungan yang taka da rasanya sama sekali, ya memang itu tak bisa dipaksakan. Kita pun tak bisa berharap banyak kan kepada manusia?

Lalu bagaimana tipe atau tanda hubungan yang sudah memasuki atau berpotensi menjadi hubungan yang tak sehat?

Misalnya kamu sedang menjalani suatu hubungan, tapi di dalam hubungan tersebut kamu gak bisa menjadi diri sendiri seperti kamu gak bisa meminta apa yang kamu inginkan karena memiliki perasaan tidak enak. Nah bisa ada yang salah dengan hubungamu, biasanya saat berada di kondisi seperti ini kamu pun tak bisa berbicara apapun tentang isi hati kamu karena terlalu takut dan takut untuk menjadi masalah.

Selanjutnya saat kamu sudah berada di hubungan yang tidak sehat, apa yang kamu lakukan pasti akan selalu di kontrol oleh pasangan. Misalnya kamu harus menuruti apa yang diperintahkan olehnya, atau apapun yang akan kamu lakukan harus seizin dirinya. Terlepas itu adalah tindakan kasing sayang, tapi rasanya kalau masih dalam pacaran sih itu belebihan banget.

Lalu ketika saat kamu ingin melakukan hal yang kamu sukai, bukannya malah di dukung tapi malah memberi kritik yang membuatmu menjadi down. Bahkan ia bisa tidak suka dengan apa yang kamu kerjaan.

Seperti yang sudah kita tahu juga, hal utama yang paling penting dalam hubungan yaitu kejujuran. Ibaratnya kejujuran itu sebagai fondasi agar membentuk hubungan yang kuat. Kebayang gak kalau dari fondasinya aja sudah tidak kuat? pastinya bisa merambat ke hal-hal lainnya. Nah perlu diwaspadai juga bila pasangan kamu banyak berbohong bahkan bermain dibelakang dan menutupi segalanya dari kamu. Karena bisa jadi itu adalah dasar pemicu toxic relationship.

Kekerasan fisik pun bisa menjadi bukti bahwa hubungan kamu sudah rusak dan tidak sehat. Alih-alih karena ia sayang gak mau kehilangan kamu, masa iya tega bermain fisik? apapun permasalahannya ya lebih baik di omongin baik-baik dan gak ada pembenaran apapun untuk bermain fisik.