Ketakutan Percintaan Yang Tidak Masuk Akal

Ketakutan Percintaan Yang Tidak Masuk Akal

Setiap orang punya ketakutan akan sesuatu hal yang masing-masing berbeda penyebab dan asal-usulnya termasuk ketakutan percintaan. Ketika sudah dibawa ke ranah ekstrim, ketakutan yang berlebihan akan menjadi sebuah gangguan psikologis.

Kita pasti sudah sering mendengar kata phobia, yaitu rasa takut yang luar biasa akan suatu objek hingga mengganggu mental dan keseharian si penderita. Terkadang agak sulit membedakan orang yang memang punya phobia sungguhan dengan mereka yang cuma cari perhatian. Tak jarang pula pengidap phobia mendapat hinaan dan kejahilan dari teman sebayanya sebagai sasaran bully.

Faktor pemicu gangguan phobia pada umumnya berasal dari satu peristiwa buruk yang meninggalkan efek traumatis pada pasien. Lucunya, phobia bukan hanya terjadi kepada objek seperti balon, kecoa, atau ketinggian, melainkan juga dilaporkan berhubungan dengan tragedi percintaan.

Ketakutan Percintaan Yang Tidak Masuk Akal1

Siapa bilang kisah cinta-cintaan gak bisa bikin penyakit? Kamu bisa liat sendiri, berapa banyak teman kampusmu yang mengaku trauma akibat dikhianati mantan pasangannya. Malah bisa jadi kamu juga merupakan salah satu korban pengkhianatan oleh mantan kampr*t itu.

Anak muda sering kali menganggap remeh setiap gejala penyakit bahkan cenderung mengabaikannya. Selain itu, banyak juga yang merasa malu untuk mengakui rasa trauma akibat kisah cinta yang tragis. Mereka khawatir bakalan diejek sebagai ratu drama alias lebay karena dianggap merajuk cuma demi seorang cowo brengsek.

Kenali Dan Cegah Ketakutan Percintaan Sebelum Terlambat

Anak remaja sebetulnya masih dalam masa pertumbuhan dan perlu banyak waktu sebelum mencapai kematangan. Mereka terdorong untuk mengeksplorasi segala macam peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak hal yang menurut orang dewasa kelihatannya sepele, namun di mata remaja kejadian itu merupakan pengalaman baru baginya.

Apabila orang yang lebih senior mau belajar memahami remaja, seharusnya phobia bisa terobati atau bahkan dicegah. Lagipula, kamu yang merasa sudah dewasa, memangnya gak pernah melalui masa remaja gitu? Kok jadi macam peribahasa kacang yang lupa akan kulitnya saja. Yuk, ulurkan tanganmu untuk membantu adik atau saudara yang punya traumatis akan masalah percintaan. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, kemudian berkembang menjadi sebuah phobia seperti berikut ini.

  1. Anuptaphobia

Anuptaphobia

Saking terlalu lama menyendiri, ada segelintir anak muda yang memaksakan diri untuk selalu punya pacar. Apakah kamu familiar dengan artis bernama Anya Geraldine? Dalam salah satu sesi wawancara di media massa, ia mengatakan bahwa tidak pernah menjomblo dalam waktu yang lama. Ketika Anya putus dengan pasangan, doi akan berusaha secepatnya untuk segera punya pacar baru.

Tanpa bermaksud menuduh, ciri-ciri ini mirip dengan indikasi gejala phobia bernama anuptaphobia. Si penderita merasakan ketakutan dan tindak sanggup menyandang status single walau hanya sebentar. Akibatnya, ia seringkali tersakiti karena sembarangan dalam memilih lawan jenis yang ingin dijadikan pacar.

  1. Gamophobia

Gamophobia

Di kubu sebelah, kita ambil kisah dari presenter kondang sekaligus mantan VJ MTV yang terkenal, Daniel Mananta. Ia juga pernah menuturkan bahwa entah kenapa selalu menghindar saat pasangannya mulai membahas pernikahan. Usut punya usut, ternyata Daniel trauma melihat banyak sekali teman sebayanya yang bercerai walaupun pernikahannya baru seusia jagung.

Ketakutan akan sebuah pernikahan dinamakan gamophobia, sementara VJ Daniel lebih nyaman mengakui bahwa dia terkena sindrom takut merid. Dalam kasus yang terlalu parah, si pasien biasanya bakalan jadi bujang lapuk atawa perawan tua seumur hidupnya. Wadaw, terlalu sadis caramu Afgan!

  1. Philemaphobia

Philemaphobia

Bayangkan bila pada suatu masa kanak-kanak, oom dari kampung datang berkunjung ke rumahmu di perkotaan. Adik dari ibumu ini berkumis tebal serta jenggotnya gak nahan bos, udah kayak kambing kurban. Apalagi beliau tiba di tempatmu dalam kondisi mandi keringat dan tercium bau sengatan matahari. Aroma tubuh yang khas menyeruak dengan semerbak memenuhi ruang tamu.

Seakan belum cukup neraka mu, oom tersayang melancarkan serangan kejutan dengan merangkulmu tanpa peringatan terlebih dahulu. Kamu yang tidak siap mempertahankan diri, akhirnya pasrah menerima ciuman dari beliau yang mendarat di pipi dan kening mu. Berkat jasa oom terkasih, kamu selalu histeris tiap kali ada orang yang mencoba untuk mencium pipi atau kening mu. Selamat ya, kamu sudah resmi menyandang status sebagai penderita philemaphobia.

zelophobia

Sebenarnya masih ada sangat banyak jenis dan ragam dari ketakutan akan kisah percintaan. Mulai dari yang masuk akal sampai aneh bin ajaib pun ada semua lengkap. Misalnya saja ada yang takut berlebihan jika disentuh orang lain seperti chiratophobia. Kamu pernah punya temen yang gengsi buat memperlihatkan rasa cemburu?

Itu namanya zelophobia. Sampai di raja terakhir, bahkan ternyata ada orang yang takut buat jatuh cinta dan dicintai bernama philophobia. Kami mengerti bahwa ulasan di atas terlihat mengada-ngada dan seakan hanya bualan belaka. Tapi tolong diingat ya, kami gak pernah mau menyebar hoaks loh. Semua data di atas dapat dipertanggung jawabkan karena ada bukti berupa hasil penelitian. Mudah-mudahan, kamu jangan sampai jadi salah satu pengidap phobia Ketakutan Percintaan ya gaes!